Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) kembali menorehkan sejarah penting dalam dunia pendidikan tinggi. Pada Wisuda XXIV Periode Juni 2025 yang diselenggarakan di Hotel Vega, UNAMIN untuk pertama kalinya meluluskan mahasiswa dari Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) jenjang Sarjana dari Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Sosiologi.
Wisuda kali ini diikuti oleh 283 lulusan dari berbagai program studi Sarjana dan Magister. Namun sorotan utama tertuju pada 14 wisudawan RPL yang berhasil menyelesaikan studi mereka melalui pengakuan atas pengalaman kerja dan pembelajaran non-formal yang telah mereka jalani. Program RPL menjadi wujud nyata komitmen UNAMIN dalam membuka akses pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Papua Barat Daya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAMIN, Arie Purnomo, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa dari total 14 lulusan RPL, 10 orang berasal dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, yang merupakan para aparatur sipil negara tingkat distrik dan kelurahan serta kepala kampung dengan pengalaman panjang dalam birokrasi lokal. Sementara itu, 4 lulusan dari Program Studi Sosiologi adalah para pegiat sosial, pendamping komunitas, tokoh adat, serta anggota TNI dan Polri yang aktif dalam proses pembangunan sosial berbasis budaya lokal Papua.
“Ini adalah wujud nyata dari pengakuan terhadap pembelajaran sepanjang hayat. Program RPL membuka jalan bagi mereka yang telah lama mengabdi di masyarakat untuk memperoleh pengakuan akademik yang setara,” ujar Arie Purnomo.
FISIP UNAMIN memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat Daya melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman kerja dan kebutuhan riil masyarakat. Program RPL membuka peluang bagi aparatur pemerintah, tokoh adat, dan pelaku sosial untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan peran aktif mereka dalam pembangunan daerah.
Dengan kurikulum yang disusun secara kontekstual dan adaptif terhadap realitas lokal Papua, FISIP UNAMIN berupaya melahirkan generasi intelektual yang tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kultural. Strategi ini berlandaskan pada penguatan nilai budaya lokal, partisipasi masyarakat, dan pemberdayaan berkelanjutan sebagai bagian dari membangun ketahanan sosial di Tanah Papua.

